Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Kalimat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimat. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2012

0 Kalimat Berita, Kalimat Tanya, dan Kalimat Perintah

Kalimat Berita, Kalimat Tanya, dan Kalimat Perintah - Apakah anda tahu, bedasarkan intonasinya kalimat dibedakan menjadi 3 jenis ? apakah anda tahu definisi kalimat berita ? apakah anda tahu definisi kalimat tanya ataupun definisi kalimat perintah ? semua itu akan kita bahas dalam artikel kita kali ini " Kalimat Berita, Kalimat Tanya, dan Kalimat Perintah ". Pastikan anda membaca dengan seksama.


Kalimat dibedakan atas tiga jenis berdasarkan intonasi yang digunakan dalam mengucapkan kalimat. Jenis-jenis kalimat tersebut yaitu kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah.


1. Kalimat Berita ( Definisi / Pengertian )
Arti Kalimat berita adalah kalimat yang isinya mengungkapkan peristiwa atau kejadian. Anda dapat menggunakan intonasi untuk membedakan kalimat berita dengan kalimat lain. Intonasi kalimat berita bersifat netral. Isinya berupa pemberitahuan.
Contoh Kalimat Berita:
a. Andi gemar olahraga sepeda gunung.
b. Sita murid terpandai di kelasnya.

2. Kalimat Tanya ( Definisi / Pengertian )
Arti Kalimat tanya adalah kalimat yang berisi pertanyaan kepada pihak lain untuk memperoleh jawaban dari pihak yang ditanya. Ciri-ciri kalimat tanya yaitu menggunakan intonasi naik, menggunakan kata tanya, dapat menggunakan partikel tanya -kah. Fungsi partikel -kah untuk memperhalus pertanyaan. Kata tanya yang biasa digunakan dalam kalimat tanya adalah apa, siapa, mengapa, mana, bagaimana, bilamana, kapan, dan berapa.
Contoh Kalimat Tanya:
a. Mengapa kamu tidak masuk sekolah kemarin?
b. Apakah ayah jadi berangkat ke Surabaya pada hari ini?

3. Kalimat Perintah ( Definisi / Pengertian )
Arti Kalimat perintah adalah kalimat yang isinya menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita kehendaki. Ciri-ciri kalimat perintah yaitu berisi perintah, menggunakan intonasi naik di akhir kalimat, dapat mempergunakan partikel -lah.
Contoh Kalimat Perintah:
a. Tolong matikan kran air itu!
b. Jangan membuat ribut, anak-anak!

0 Kalimat Inti dan Kalimat Transformasional

Kalimat Inti dan Kalimat Transformasional - Apa definisi kalimat inti ? Apa definisi kalimat transformasional ? dan apa perbedaan diantara keduanya? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat inti dan kalimat transformasional, disertai dengan contoh contohnya.

Definisi Kalimat Inti dan Kalimat Transformasi

Kalimat inti adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur pusat, yaitu unsur subjek dan predikat, tanpa mengalami perluasan pada salah satu unsurnya.

Jika kalimat inti telah mengalami perubahan berupa susunan katanya atau intonasinya, kalimat tersebut tidak menjadi kalimat inti lagi, walaupun masih merupakan kalimat mayor. Kalimat tersebut menjadi kalimat transformasional. Perubahan dari kalimat inti menjadi kalimat transformasional dapat dilakukan dengan cara mengubah tata urut unsur unsur intinya, mengubah intonasi netralnya, atau memperluas kalimat inti tersebut. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh kalimat di bawah ini!


Contoh Kalimat inti: 

Adik menangis.

Contoh Kalimat transformasional:

a. Dengan perubahan intonasi: 


b. Dengan perubahan urutan kata: 

0 Kalimat Lengkap dan Kalimat Tidak Lengkap

Kalimat Lengkap dan Kalimat Tidak Lengkap - Apa definisi kalimat lengkap? Apa definisi kalimat tidak lengkap? dan apa perbedaan diantara keduanya? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat lengkap dan tidak lengkap, disertai dengan macam macam bentuk dari kalimat tidak lengkap.

Perhatikan percakapan kedua anak di bawah ini!
Andi : ”Kamu sedang mengetik surat apa?”
Siska : ”Surat undangan rapat OSIS.”

Sudah lengkapkah kalimat yang diucapkan Siska tersebut? Sudah benarkah kalimat tersebut? Jelaskan alasan Anda! Bentuk kalimat bermacam-macam. Salah satu bentuk kalimat yaitu kalimat tidak lengkap. Kalimat tidak lengkap adalah kalimat yang terdiri atas sebagian dari kalimat lengkap. Kalimat tidak lengkap hanya menampilkan satu unsur atau satu fungsi. Unsur atau fungsi yang ditampilkan, misalnya unsur subjek atau keterangan.

Kalimat yang diucapkan Siska merupakan salah satu contoh kalimat tidak lengkap. Kalimat tersebut hanya menampilkan satu unsur saja yaitu objek. Kalimat tidak lengkap dapat terdiri atas bermacam-macam bentuk, sebagai berikut.

1. Kalimat Jawaban
Kalimat jawaban dapat berupa subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan saja.
Contoh Kalimat Jawaban:
a. Raka dan Nanda. (Subjek saja)
b. Ke toko buku. (Keterangan saja)
c. Sedang mengetik. (Predikat saja)
d. Surat undangan rapat. (Objek saja)

2. Kalimat Perintah
Contoh Kalimat Perintah:
a. Tutup!
b. Cepat tutup!
c. Ayo, cepat tutup pintunya!

3. Kalimat Salam
Contoh Kalimat Salam:
a. Selamat malam!
b. Selamat pagi!

4. Kalimat Semboyan
Contoh Kalimat Semboyan:
a. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
b. Maju terus pantang mundur!

5. Kalimat Lanjutan
Contoh Kalimat Lanjutan:
a. Kalau begitu . . . masuk saja.
b. Kak Disti . . . jangan begitu.

6. Kalimat Umpatan
Contoh Kalimat Umpatan:
a. Kurang ajar!
b. Dasar sial!

7. Kalimat Seruan
Contoh Kalimat Seruan:
a. Aduh!
b. Ya, bagus!

Kalimat yang diucapkan Andi di depan merupakan kalimat lengkap. Kalimat lengkap terdiri atas subjek, predikat, objek, atau
keterangan. Kalimat lengkap yang paling sederhana terdiri atas subjek dan predikat. Perhatikan contoh berikut ini!

1. 
a) Raka dan Nanda. (Kalimat Tidak Lengkap)
b) Raka dan Nanda bermain di halaman. (Kalimat Lengkap)

2. 
a) Selamat malam! (Kalimat Tidak Lengkap)
b) Saya ucapkan selamat malam. (Kalimat Lengkap)

3. 
a) Silakan masuk! (Kalimat Tidak Lengkap)
b) Silakan Anda masuk dahulu! (Kalimat Lengkap)

0 Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat Majemuk Bertingkat - Apa definisi kalimat majemuk bertingkat ? ada hubungan apa sajakah dalam kalimat majemuk bertingkat ? dalam  artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat majemuk bertingkat, disertai dengan contoh contohnya.

Kalimat majemuk bertingkat memperlihatkan berbagai jenis hubungan semantis antara klausa yang membentuknya. Berikut ini Anda akan membahas hubungan tersebut.

1. Hubungan waktu kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah sejak, semenjak, sedari, ketika, sebelum, sesudah, hingga, sementara, seraya, tatkala, selama, selagi, serta, sambil, seusai, sesudah, setelah, sehabis, sampai, hingga.
Contoh:
Sejak anak-anak, saya sudah terbiasa hidup sederhana.

2. Hubungan syarat kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah seandainya, andaikata, bilamana.
Contoh:
a. Jika Anda mau mendengarkannya, saya akan bercerita.
b. Pembangunan balai desa ini akan berjalan lancar andaikata seluruh warga mau berpartisipasi.

3. Hubungan tujuan kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah agar, agar supaya, supaya, dan biar.
Contoh:
Saya mengerjakan tugas itu sampai malam agar besok pagi dapat mengumpulkannya.

4. Hubungan konsesif kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah walaupun, meskipun, kendatipun, sungguhpun.
Contoh:
Walaupun hatinya sedih, ibu itu tidak mau menangis di hadapan anakanaknya.

5. Hubungan perbandingan kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah seperti, ibarat, bagaikan, laksana, alih-alih.
Contoh:
Bu Tati menyayangi kemenakannya seperti beliau menyayangi anakanaknya.

6. Hubungan penyebaban kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah sebab, karena.
Contoh:
Rencana penyelenggaraan pentas seni di sekolah saya ditunda karena para pengisi acara belum siap.

7. Hubungan akibat kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah sehingga, sampai, maka.

Contoh:
Pada saat ini harga buku memang sangat mahal sehingga kami tidak sanggup membelinya.

8. Hubungan cara kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah dengan.
Contoh:
Ia merangkai bunga-bunga itu dengan penuh konsentrasi.

9. Hubungan sangkalan kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah seolah-olah, seakan-akan.
Contoh:
Anak itu diam saja seolah-olah dia tidak melakukannya.

10. Hubungan kenyataan kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah padahal, sedangkan.
Contoh:
Dia pura-pura tidak tahu, padahal dia tahu banyak hal.

11. Hubungan hasil kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah makanya.
Contoh:
Wajah Tono cemberut, makanya saya takut untuk mendekatinya.

12. Hubungan penjelasan kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah bahwa.
Contoh:
Ia tidak tahu bahwa ayahnya seorang karyawan teladan.

13. Hubungan atributif kalimat majemuk bertingkat
Contoh:
a. Bibi saya yang tinggal di Surabaya bulan depan menunaikan ibadah haji.
b. Kita perlu memberikan sumbangan kepada para korban bencana

0 Kalimat Majemuk Setara

Kalimat Majemuk Setara - Apa definisi kalimat majemuk setara ? ada hubungan apa sajakah dalam kalimat majemuk setara? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat majemuk setara, disertai dengan contoh contohnya.

Definisi & Pengertian Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah penggabungan dua kalimat tunggal atau lebih dan tiap-tiap unsurnya mempunyai kedudukan yang sama. Ada tiga macam hubungan semantis dalam kalimat majemuk setara.

Jenis Hubungan Kalimat majemuk setara

1. Hubungan penjumlahan kalimat majemuk setara
Hubungan yang menyatakan penjumlahan atau gabungan kegiatan, keadaan, peristiwa, atau proses. Hubungan penjumlahan ini ditandai dengan kata penghubung dan, serta, baik. . . maupun.

Contoh Hubungan penjumlahan kalimat majemuk setara:
Ia baik hati dan suka menolong teman yang mengalami kesusahan.

2. Hubungan perlawanan kalimat majemuk setara
Hubungan yang menyatakan bahwa yang dinyatakan dalam klausa pertama berlawanan dengan yang dinyatakan dalam klausa kedua. Klausa pertama berlawanan atau tidak sama dengan yang dinyatakan dalam klausa kedua. Hubungan perlawanan ini ditandai kata penghubung tetapi, melainkan.

Contoh Hubungan perlawanan kalimat majemuk setara:
Adikku belum bersekolah, tetapi dia sudah pandai membaca.

3. Hubungan pemilihan kalimat majemuk setara
Hubungan yang menyatakan pilihan di antara dua kemungkinan atau lebih yang dinyatakan oleh klausa-klausa yang dihubungkan. Hubungan pemilihan ini ditandai kata penghubung atau.

Contoh Hubungan pemilihan kalimat majemuk setara:
Saya datang ke rumahmu atau kamu datang ke rumah Andi.
alam yang nasibnya malang itu.

0 Kalimat Normatif dan Kalimat Inversi

Kalimat Normatif dan Kalimat Inversi - Apa definisi kalimat Normatif ? Apa definisi kalimat Inversi ? dan apa perbedaan diantara keduanya? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat normatif dan kalimat inversi, disertai dengan contoh contohnya.

Urutan fungsi dalam kalimat bahasa Indonesia boleh dikatakan mengikuti pola Subjek–Predikat–Objek (jika ada)–dan Pelengkap (jika ada). Kalimat-kalimat yang berpola seperti tersebut merupakan kalimat yang sering disebut kalimat normatif. ( definisi kalimat normatif )

Akan tetapi, ada satu pola kalimat dalam bahasa Indonesia yang predikatnya selalu mendahului subjek (P–S). Kalimat yang menggunakan pola kalimat seperti itu disebut kalimat inversi. Pada umumnya kalimat inversi mensyaratkan subjek yang tidak
tertentu atau tidak definit. ( definisi kalimat inversi )


Coba, bandingkan pola kedua kalimat berikut ini!
1. Pak Kartono menanam bibit durian.
2. Ada seseorang yang mencari Anda.

Pada kalimat 1 dapat disimpulkan bahwa pola kalimat 1 adalah S–P–O, sedangkan pola kalimat 2 adalah P–S.

Verba ada dalam kalimat inversi dapat digantikan dengan verba terdapat dengan makna yang boleh dikatakan sama. Coba, bandingkan kalimat 1 dan 2 pada contoh berikut.

1. Ada perbedaan kenyamanan antara menonton film di ruangan ber- AC dan ruangan tidak ber-AC.

2. Terdapat perbedaan kenyamanan antara menonton film di ruangan ber-AC dan ruangan tidak ber-AC.

0 Kalimat Panjang dan Kalimat Pendek

Kalimat Panjang dan Kalimat Pendek - Apa definisi kalimat Panjang ? Apa definisi kalimat Pendek ? dan apa perbedaan diantara keduanya? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat panjang dan kalimat pendek, disertai dengan contoh contohnya.

Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini! ( Contoh Kalimat Panjang dan Kalimat Pendek )
1. Pergi!
2. Amat mahal!
3. Sudah siap!
4. Ia ada di kamar.

Kalimat 1 hanya terdiri atas satu patah kata dan diapit oleh kesenyapan awal dan kesenyapan final. Kalimat 1 hanya terdiri atas satu kontur. Kalimat 2 terdiri atas dua patah kata. Bagian-bagian dari kalimat 2, yaitu amat dan mahal dapat menduduki posisi lepas, jadi dapat berdiri sendiri sebagai kalimat jika perlu, tetapi kata amat tidak dapat berdiri sendiri dalam posisi yang demikian. Kata amat selalu mengikat kata-kata berikutnya untuk dapat bersama-sama muncul dalam suatu tutur. Ikatan itu dapat membentuk satu kontur. Lain halnya dengan kalimat 3. Tiap-tiap bagian dari kalimat 3 dapat muncul dalam posisi lepas dan masing-masing dapat memasuki satu kalimat dengan satu kontur bila perlu. Jadi, pada prinsipnya bagian dari kalimat itu dapat pula membentuk satu kalimat lagi.

Inti dari uraian tersebut adalah ada kalimat yang dapat dipecahkan lagi atas kontur-kontur dan ada yang tidak. Pemecahan atas kontur-kontur itu secara potensial terdiri atas kata-kata yang dapat memasuki satu kalimat sendiri. Akan tetapi, ada kata yang tidak dapat memasuki satu kalimat.


Arti  kalimat pendek ( minim ) Kalimat yang tidak dapat dipecahkan atas kontur-kontur yang lebih kecil lagi, contohnya pada kalimat 1 dan 2. ( Definisi kalimat pendek ( minim ) )

Arti  kalimat panjang adalah kalimat yang secara potensial dapat dipecahkan lagi atas kontur-kontur yang lebih kecil , contohnya pada kalimat 3 dan 4. ( Definisi kalimat panjang )

0 Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk

Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk - Apa definisi kalimat Tunggal ? Apa definisi kalimat Majemuk? dan apa perbedaan diantara keduanya? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat Tunggal dan kalimat majemuk, disertai dengan contoh contohnya.

Berdasarkan banyaknya klausa, kalimat dapat dibedakan menjadi kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti dan boleh diperluas dengan satu atau lebih unsur-unsur tambahan, asal unsur-unsur tambahan itu tidak boleh membentuk pola baru. Kalimat tunggal, misalnya kalimat inti, kalimat luas, kalimat verbal, kalimat nominal, dan kalimat tidak lengkap. ( definisi kalimat tunggal )

Contoh:
1. Rista menggambar.
�� Kalimat inti
2. Rista menggambar bunga teratai.
�� Kalimat luas
3. Ayamnya lima ekor.
�� Kalimat nominal

Selain kalimat tunggal, kita juga mengenal adanya kalimat majemuk. Kalimat majemuk adalah penggabungan dua kalimat tunggal atau lebih, sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih klausa. Hubungan antarklausa tersebut ditandai dengan kata hubung (konjungsi). ( definisi kalimat majemuk )

Kalimat majemuk dibedakan atas tiga macam. ( Jenis jenis kalimat majemuk )

1. Kalimat majemuk setara

Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat tunggal dan tiap-tiap unsur-unsurnya mempunyai kedudukan setara.
Contoh:
a. Saya akan datang ke rumahmu sekarang atau nanti malam.
b. Dia sangat baik hati dan suka menolong.

2. Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat memperlihatkan berbagai jenis hubungan semantis antara klausa yang membentuknya.
Contoh:
Saya mengerjakan pekerjaan itu sampai larut malam agar besok pagi dapat mengumpulkannya.

3. Kalimat majemuk campuran
Kalimat yang hubungan antara pola-pola kalimat itu ada yang sederajat dan ada yang bertingkat.
Contoh:
Setelah saya bangun tidur, saya mandi, berganti pakaian, sarapan, lalu berangkat ke sekolah.

0 Kalimat Verbal dan Kalimat Nominal

alimat Verbal dan Kalimat Nominal - Apa definisi kalimat verbal ? Apa definisi kalimat nominal? simak uraian singkat berikut ini " Kalimat Verbal dan Kalimat Nominal ".


Anda telah mengidentifikasi kalimat berdasarkan intonasi. Anda dapat pula mengidentifikasi kalimat berdasarkan jenis kata pada predikat di dalam kalimat.

Coba perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini!
a. Tarisa menangis.
b. Ibu saya guru bahasa Indonesia.
c. Mobil itu biru tua.
d. Sapinya lima ekor.
e. Rumah saya itu.
f. Rumah saya di sana.

Berjenis kata apakah predikat pada kalimat-kalimat tersebut? Predikat yang terdapat di dalam suatu kalimat dapat berjenis kata kerja, dapat juga berjenis kata benda, kata sifat, kata bilangan, kata ganti, atau kata keterangan.

1. Kalimat Verbal ( Definisi / Pengertian ) 

Arti Kalimat Verbal adalah kalimat yang berpredikat kata kerja.

Contoh Kalimat Verbal (kalimat a):



2. Kalimat Nominal ( Definisi / Pengertian )

Arti kalimat Nominal Adalah kalimat yang berpredikat bukan kata kerja, melainkan berjenis kata benda, kata sifat, kata bilangan, kata ganti, atau kata keterangan.

Contoh Kalimat Nominal (kalimat b, c, d, e, dan f):

- Ibu saya guru bahasa Indonesia.
- Mobil itu biru tua.
- Sapinya lima ekor.
- Rumah saya itu.
- Rumah saya di sana.

Daftar Blog Saya

 

Selamat Datang Di ERICKVAND BLOG

Selamat datang di Blog saya, semoga saja kalian bisa mendapatkan apa yang kalian butuhkan diblog saya ini. Terima kasih Telah Berkunjung Di Blog saya,apabila berkenan silahkan berkomentar dan follow blog saya,mari kita saling berbagi ilmu tentang apa saja...

Sekilas tentang penulis

Nama saya Erickvand Tampilang,saya seorang Mahsiswa S1 pendidikan Biologi Diuniversitas Negeri Gorontalo.

Erick