Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

0 Unsur, Senyawa, dan Campuran

Unsur

Materi diperlukan manusia untuk berbagai keperluan. Materi digolongkan menjadi zat tunggal dan campuran. Zat tunggal meliputi unsur dan senyawa. Sedangkan campuran meliputi campuran homogen dan campuran heterogen.
 

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diubah lagi menjadi zat yang lebih sederhana, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan reaksi kimia biasa. Tahun 2005 sudah diketahui ada 118 unsur (yaitu 93 unsur yang terdapat di alam dan 26 unsur buatan). Jumlah unsur masih terus bertambah sesuai dengan perkembangan ilmu kimia. Contoh unsur : Carbon (C), Oksigen (O) dan Hidrogen (H). Hidrogen diduga sebagai unsur alamiah pertama yang ada di jagad raya, sedangkan unsur buatan yang diduga pertama kali dibuat adalah teknetium (tahun 1937). Seluruh unsur buatan (unsur sintetik) merupakan radioaktif.
 
 
Lambang Unsur Kimia

Unsur tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Daftar unsur menyatakan macam – macam unsur berdasarkan nama, simbol atau nomor atom. Nama unsur menggunakan bahasa Latin berdasarkan penemu pertamanya atau tempat ditemukannya unsur tersebut. Nama Latin digunakan karena pada waktu itu bahasa Latin merupakan bahasa sains. Tidak dibedakan penamaan antara unsur alamiah yang terdapat di alam maupun unsur buatan. Beberapa unsur menggunakan bahasa yang dipengaruhi oleh identitas penemunya ataupun tempat penemuannya.

Simbol unsur dibuat untuk memudahkan dalam penulisan nama unsur yaitu dengan cara menyingkatnya. John Dalton memperkenalkan simbol-simbol unsur yang sederhana, berdasarkan oleh lingkaran untuk menggambarkan molekul. Sekarang ini simbol unsur yang digunakan adalah menurut Jons Jacob Berzelius, yang digunakan secara internasional.

Contoh :
 
Emas mengandung unsur emas, yang dikenal dengan nama Aurum dan disingkat Au.


 
 
 
Untuk mencari nama latin dan simbol dari unsur emas pada Tabel Periodik Unsur, sebagai berikut :
 
 
 
Aturan penulisan simbol unsur menurut Jons Jacob Berzelius adalah :
1.    Setiap unsur ditulis dengan satu huruf dari huruf awal nama Latin unsur tersebut..
2.    Huruf awal tersebut ditulis dengan huruf besar (kapital).
3.    Unsur - unsur yang memiliki huruf awal sama, maka lambang unsur ditulis dengan menambahkan satu huruf dari salah satu huruf dibelakangnya.
4.    Penambahan huruf dari huruf dibelakang huruf awal ini ditulis dengan huruf kecil.
5.    Untuk unsur nomor 104 dan seterusnya, lambang unsur ditulis dengan tiga huruf sesuai dengan makna angka dari nomor unsur tersebut dan diakhiri dengan akhiran “ium”.

Makna angka :
0 = nil
4 = quad
8 = okt
1 = un
5 = pent
9 = non
2 = bi
6 = heks
10 = dek
3 = tri
7 = hept
 

Cara mencari nama latin dan simbol dari unsur besi (Ferrum) dan unsur dengan nomor 114 pada tabel periodik unsur adalah sebagai berikut :
Arahkan cursor pada simbol dari unsur besi (Ferrum) dan simbol dari unsur dengan nomor 114!
 
 
 
Ada beberapa simbol yang mirip unsur tetapi bukanlah simbol suatu unsur. Pada kimia organik dan organometalik, seringkali terdapat simbol - simbol yang mirip dengan simbol-simbol unsur kimia.
 
Contoh simbol yang bukan simbol unsur Hb (hemoglobin), Me (metil), Et (etil), Ph (fenil), Pr (propil), Bz (benzoil), Bn (benzil), Cy (sikloheksil), Cp (siklopentadiena), Ts (tosil), Tf (triflat).

Partikel terkecil dari unsur disebut atom. Sebuah atom terdapat inti atom (terdiri dari proton dan netron) serta dikelilingi oleh elektron. Nomor atom dari sebuah unsur merupakan jumlah proton yang terdapat di dalam inti atom pada unsur tersebut yang juga sama dengan jumlah elektron dalam atom netral. Jumlah proton (atau jumlah elektron yang berbeda dalam atom netral) yang berbeda maka nomor atom unsur – unsur tersebut juga berbeda. Contoh : Nomor atom unsur karbon dan oksigen berbeda, karena unsur karbon memiliki jumlah proton 6 buah, sedangkan pada atom oksigen 8 buah. Atom memiliki massa yang dinyatakan dalam satuan massa atom (sma).

Untuk memudahkan dalam mempelajari unsur, maka unsur dikelompokkan dan ditulis dalam tabel periodik unsur. Penyusunan letak unsur berdasarkan pada kemiripan sifatnya, seperti : titik lebur, titik didih, wujud, daya hantar listrik serta daya hantar panas.
 
 
 
 
Ciri – Ciri Unsur Logam dan Non Logam

Unsur dapat dibedakan menjadi unsur logam, metaloid dan non logam.

Ciri –ciri unsur logam :
1.    Umumnya berwujud padat, kecuali raksa atau merkuri
2.    Bersifat sebagai konduktor
3.    Umumnya titik didih dan titik leleh tinggi, kecuali merkuri
4.    Berwarna mengkilap
 
Ciri –ciri unsur metaloid :
1.    “Metal” artinya logam, “oida” artinya seperti
2.    Unsur dalam kelompok metaloid dapat bersifat sebagai logam ataupun non logam
 
Ciri –ciri unsur non logam :
1.    Umumnya berwujud cair dan gas
2.    Bersifat sebagai non konduktor (isolator), kecuali karbon berbentuk grafit
3.    Titik didih dan titik leleh rendah, kecuali karbon berbentuk intan yang memiliki titik didih dan titik leleh tinggi.
 
 

Senyawa

Senyawa kimia adalah zat kimia yang terbentuk dari dua atau lebih unsur kimia dengan perbandingan komposisi yang tetap, sehingga memiliki rumus kimia yang tetap. Contoh: Senyawa dihidrogen monoksida (H2O) setiap molekulnya terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Senyawa H2O dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan sebutan air. Apabila perbandingan komposisi dalam suatu zat berbeda-beda, tidak dapat disebut senyawa. Zat ini merupakan campuran beberapa unsur atau senyawa. 

Senyawa terbentuk melalui proses pencampuran zat secara kimia, pembakaran atau peruraian (dekomposisi) secara thermal ataupun elektrik.
Sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur-unsur penyusunnya. Contoh : air pada suhu kamar berwujud cair, tetapi unsur hidrogen dan oksigen penyusunnya berwujud gas. Senyawa dapat berwujud zat padat, cair serta gas. Senyawa dapat terurai menjadi zat yang lebih sederhana.

Macam senyawa berdasarkan ada tidaknya ikatan karbon dengan hidrogen, yaitu senyawa organik dan an organik. Senyawa organik adalah senyawa kimia yang molekulnya mengandung ikatan karbon dengan hidrogen (kecuali karbida, karbonat dan oksida karbon). Contoh senyawa organik : protein, karbohidrat, lemak, asam lemak, asam amino, asam format dan sebagainya. Contoh senyawa an organik : air, karbon dioksida, alkohol, natrium khlorida, asam karbonat, dan lain-lain.
 
    
 
 
Beberapa contoh senyawa berdasarkan sifatnya :

1. Senyawa Asam
  • Merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7.
  • Asam adalah suatu zat yang dapat memberikan proton (ion H+) kepada zat lain (ke zat basa) atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa.
  • Reaksi antara asam dan basa membentuk garam yang dapat bersifat netral, asam ataupun basa.
  • Contoh asam : asam asetat = asam cuka (CH3COOH), asam sulfat (H2SO4) terdapat dalam baterai dan air accu.
  • Asam umumnya berasa masam. Tidak dianjurkan mencicipi asam yang pekat karena berbahaya.
  • Terasa menyengat bila disentuh, terutama bila asamnya asam kuat.
  • Asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, sehingga korosif terhadap logam.
  • Pada umumnya asam merupakan elektrolit (penghantar listrik).
 
2. Senyawa Basa
  • Merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih besar dari 7.
  • Kaustik merupakan basa kuat, contoh : kaustik soda = soda api = natrium hidroksida (NaOH), kaustik postas = kalium hidroksida (KOH).
  • Basa adalah suatu zat yang dapat melepaskan (ion OH-) dalam larutan.
  • Pada umumnya basa merupakan elektrolit (penghantar listrik).
  • Rasa pahit, tetapi tidak dianjurkan untuk mencicipi langsung tiap senyawa kimia.
 
 
 
 
 
3. Senyawa Garam
  • Merupakan senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion)
  • Bersifat netral (tanpa bermuatan).
  • Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa.
  • Garam yang dilarutkan dalam air merupakan larutan elektrolit yang dapat menghantarkan arus listrik.
  • Contoh : Natrium khlorida = garam dapur (NaCl).
 
 
4. Oksida
  • Oksida terbentuk setelah oksigen bereaksi dengan suatu unsur lainnya.
  • Oksida adalah senyawa kimia yang mengandung atom oksigen serta unsur lain.
  • Kerak bumi banyak mengandung oksida.
  • Oksida yang dihasilkan dari pembakaran hidrokarbon yaitu karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2).
  • Oksida dimanfaatkan untuk melapisi logam agar tidak berkarat, seperti lapisan tipis Al2O3 pada aluminium foil.
  • Oksida ada yang bersifat korosif, seperti Fe2O3 atau besi oksida (karat besi).
 

Campuran

Campuran merupakan materi yang terdiri dari dua atau lebih zat dan dapat dipisahkan dengan proses fisika. Ciri campuran memiliki komposisi yang beragam dan perbandingan yang tidak tetap, terbentuk melalui proses fisika, dapat dipisahkan dengan proses fisika (seperti filtrasi, evaporasi dan distilasi). Setiap komponen dalam campuran masih memiliki sifat.
 
 
 
Macam Campuran
 
Macam campuran yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.

1. Campuran homogen
Komponen pada campuran homogen tidak memiliki bidang batas sehingga tidak dapat dibedakan atas senyawa penyusunnya. Zat penyusun pada campuran homogen memiliki sifat yang sama dan merata dalam segala hal, seperti kesaman rasa, massa jenis, warna dan bau.
Campuran homogen disebut juga larutan, yang terdiri dari zat terlarut (solut) dan zat pelarut (solven). Jumlah solven lebih banyak dari pada solut. Contoh campuran homogen : air sirup, air gula, air garam, aloi dll. Aloi merupakan campuran logam dengan logam lain atau non logam. Contoh aloi : kuningan ( campuran dari tembaga dan seng), perunggu (campuran dari tembaga dan timah).
 
2. Campuran Heterogen
Komponen zat – zat penyusun dalam campuran heterogen tercampur tidak merata, sehingga ada bagian dari campuran yang memiliki sifat berbeda dan bidang batas yang nyata. Macam campuran heterogen :
a. Suspensi
Suspensi merupakan campuran heterogen antara zat padat dengan zat cair atau gas, dan zat padat tersebut tidak terlarut. Suspensi jika didiamkan agak lama akan menimbulkan endapan.
Contoh : campuran pasir dengan air, sirup obat batuk, air kopi.
b. Koloid
Koloid merupakan campuran heterogen dari dua atau lebih zat penyusunnya, yang salah satu zat tersebut tersebar pada zat lain tetapi tidak merata. Contoh : santan, debu, asap, susu, keju, awan, kabut, cat, margarine, butiran minyak dalam air. Di dalam susu terdapat butiran minyak yang tersebar di dalam air. Sedangkan di dalam margarin terdapat butiran air yang tersebar dalam minyak.
 
 
Campuran dapat dipisahkan menjadi senyawa - senyawa penyusunnya, dengan proses fisika tertentu. Proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau lebih zat yang lebih murni (zat tunggal) dari suatu campuran senyawa kimia. Pemisahan ini sangat diperlukan karena banyak senyawa kimia yang ditemukan di alam dalam keadaan yang tidak murni atau dalam bentuk campuran. Seperti minyak bumi dari dalam tanah, merupakan campuran berbagai jenis hidrokarbon. Minyak bumi dapat dipisahkan menjadi zat LPG (Liquid Petroleum Gas) atau elpiji, premium, kerosin (minyak tanah), paraffin (lilin),vaselin, solar, avtur, oli pelumas dan aspal.

 
Proses pemisahan ada dua macam, yaitu secara mekanis dan kimiawi. Cara yang digunakan untuk memisahkan suatu campuran homogen berbeda dengan campuran heterogen. Campuran homogen terdiri dari satu fasa, sedangkan campuran heterogen memiliki lebih dari satu fasa sehingga pemisahannya menggunakan cara yang bermacam-macam. Fasa pada campuran heterogen seperti: padat-padat, padat-cair, padat-gas, cair-cair, cair-gas, gas-gas serta campuran padat-cair-gas.

0 Reaksi Kimia

Pendahuluan

Ingatkah kalian bagaimana tumbuhan hijau membuat makanan sendiri?
Ya, tumbuhan hijau melakukan proses reaksi kimia yang dikenal dengan fotosintesis untuk membuat makanan. Dengan bantuan cahaya matahari, tumbuhan hijau mampu mengubah gas karbondioksida (CO2) dan air (H2O) menjadi senyawa glukosa (C6H12O6) dan gas Oksigen (O2) yang dilepas ke udara. Reaksi tersebut dapat ditulis sebagai berikut:


Mengapa proses fotosintesis tersebut termasuk reaksi kimia? Ya, karena dalam proses fotosintesis tersebut terjadi perubahan zat yang menghasilkan zat yang jenisnya baru dan berbeda dengan senyawa asalnya.


Pengertian Reaksi Kimia

Reaksi kimia adalah proses perubahan kimia antara zat-zat pereaksi (reaktan) yang berubah menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia, suatu zat berubah menjadi satu atau lebih zat lain, yang jenisnya baru.

Ketika anda mempelajari tentang unsur anda tentu sudah tahu terlebih dulu tentang lambang-lambang kimia sebuah unsur. Nah, untuk memudahkan mempelajari materi reaksi kimia terlebih dahulu harus memahami bagaimana penulisan reaksi kimia.

Contoh : Untuk menuliskan reaksi kimia yang terjadi ketika bongkahan batu kapur yang dimasukkan ke dalam air dan kemudian air menjadi panas. 
 
 
 
Untuk menuliskan reaksi yang terjadi antara kapur tohor CaO(s) dengan air  H2O(l) adalah sebagai berikut:
 
 
 
Hasil dari proses reaksi kimia tersebut adalah Ca(OH) atau kalsium hidroksida sukar larut dalam air dan apabila didiamkan maka akan tampak endapan/padatan putih di dasar bejana.

Penjelasan symbol-simbol dalam reaksi kimia:
     
 
 
Koefisien Reaksi

Dalam menuliskan suatu reaksi kimia kita juga harus memperhatikan jumlah angka di sebelah kiri pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk). Angka tersebut disebut koefisien  yang menunjukkan jumlah masing-masing atom yang berperan dalam reaksi.  Massa zat sebelum dan sesudah reaksi juga tidak berubah selama reaksi kimia berlangsung.

Contoh:
 
    
Larutan timbal(II) nitrat direaksikan dengan kalium iodida yang larut dalam air menghasilkan padatan timbal(II) iodida yang berwarna kuning dan cairan kalium nitrat.
 
Dalam reaksi kimia jumlah atom yang menyusun zat tidak ada yang hilang, hanya disusun ulang; jadi untuk reaksi seperti tersebut diatas dapat digambarkan sebagai berikut:
 
 
 
Bagaimana menentukan koefisien reaksi dari sebuah reaksi kimia?

Apabila diberikan contoh tentang dibakarnya pita magnesium sehingga dihasilkan berupa padatan magnesium oksida (putih)
 
Tahap I
Menentukan letak pereaksi (reaktan) di sebelah kiri dan produk hasil reaksi  di sebelah kanan dari tanda panah.
 
 
Pereaksinya adalah Mg (Magnesium) dalam bentuk solid/padat dan O2 (Oksigen) dalam bentuk gas; ingat proses pembakaran perlu oksigen. Hasil reaksi (produk) berupa MgO (magnesium oksida).
 
Tahap II

Menyetarakan atom dalam persamaan. Dari persamaan reaksi tersebut jumlah atom magnesium reaktan sudah sama dengan jumlah atom magnesium hasil reaksi (produk). Nah untuk atom oksigen belum sama. Padahal oksigen merupakan atom diatomic, yaitu setiap molekulnya mengandung 2 atom oksigen.
 
 
 
Tahap III

Apabila rumus kimia sudah benar namun belum seimbang setelah dilihat jumlah atomnya maka langkah selanjutnya adalah menyetarakan koefisien di depan zat reaktan atau produk.
Apabila dari contoh reaksi tersebut kita tambahkan angka 2 di depan zat hasil reaksi (MgO) untuk menyetarakan jumlah Oksigennya maka reaksi kimianya menjadi:
 
 
 
Namun jumlah Mg di sebelah kiri masih berjumlah 1, maka apabila ditambahkan angka 2 di depan Mg reaktan reaksi kimia dapat ditulis menjadi :
 
 
 
sekarang dapat dilihat dalam tabel:
 
 
 
Reaksi tersebut disebut setimbang dimana jumlah atom reaktan dan produk (hasil reaksi) sama dan disebut persamaan reaksi setara.
 

Ciri-ciri Reaksi Kimia

Untuk membuktikan terjadinya reaksi kimia dari suatu proses kimia kita dapat melihat gejala yang menyertai misalnya:
 
1. Pembentukan endapan
Larutan timbal (II) nitrat direaksikan dengan larutan kalium iodida menghasilkan padatan timbal (II) iodida dan larutan kalium nitrat
 
 
 
 
 
2. Pembentukan gas
Pembentukan gas biasanya menunjukkan, bahwa reaksi sedang berlangsung. Reaksi pembentukan gas ditandai dengan adanya gelembung-gelembung udara jika reaksi berlangsung sebagai larutan, atau bau yang tercium ataupun tampak asap yang keluar dari sebuah reaksi dan mengembangnya suatu reaktan.
Contoh:
1.    Pada proses pembuatan kue, penambahan soda kue menyebabkan adonan kue menjadi mengembang. Soda kue menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) yang menyebabkan kue mengembang.
2.    Reaksi antara batu marmer dengan larutan asam klorida menghasilkan gas hidrogen (H2).
3.    Logam stronsium atau barium yang dimasukkan ke dalam air, menghasilkan gas hidrogen (H2).
 
 
 
3. Perubahan warna
Seperti  halnya perubahan endapan, perubahan warna juga mudah untuk diamati sebagai individu terjadinya reaksi kimia  
Contoh :
1.    Larutan timbal (II) nitrat direaksikan dengan larutan kalium iodida menghasilkan padatan  timbal (II) iodida yang berwarna kuning dimana awalnya kedua larutan adalah bening.
2.    Perubahan warna besi ketika berkarat menjadi coklat.
3.    Tembaga yang berwarna kuning berubah menjadi hijau ketika berkarat.
4.    Glukosa (bening) jika ditetesi larutan benedict dan dipanaskan akan berwarna jingga dan kemudian menjadi merah bata ketika didinginkan 
 
 
4. Perubahan suhu
Reaksi kimia terkadang ditandai dengan adanya perubahan suhu. Suhu yang terjadi bisa menjadi lebih tinggi atau rendah. Reaksi kimia yang disertai kenaikan suhu disebut dengan reaksi eksotermis. Sebaliknya reaksi yang disertai penurunan suhu disebut dengan reaksi endotermis.
Contoh:
1.    Reaksi antara karbid (CaC2) dengan air menghasilkan suhu yang sangat tinggi dan gas asetilena (C2H2) sehingga dapat digunakan untuk melelehkan besi yang sangat keras.
2.    Reaksi antara batu kapur dengan air.
3.    Reaksi yang memerlukan panas terjadi pada reaksi fotosintesis sebagai reaksi endoterm, karena pada reaksi ini terjadi penurunan suhu.
 

Jenis-jenis Reaksi Kimia

Pada dasarnya reaksi kimia yang terjadi itu bermacam-macam jenisnya, maka untuk memudahkan dalam mempelajarinya kita dapat mengelompokkan berdasarkan bagaimana cara atom tersusun kembali pada hasil reaksi kimia. Beberapa jenis-jenis reaksi kimia tersebut adalah:
a.    Reaksi pembakaran
b.    Reaksi kombinasi
c.    Reaksi penguraian
d.    Reaksi penggantian
e.    Reaksi metatesis
 
A. Reaksi Pembakaran
 
Merupakan reaksi antara suatu zat dengan  oksigen menghasilkan zat yang jenisnya baru dan panas. Reaksi pembakaran juga dapat menimbulkan api, ledakan, atau hanya menimbulkan pendar.
Pembakaran bahan bakar pada umumnya menghasilkan gas karbon dioksida, uap air dan sejumlah energi.
Contoh misalnya pembakaran bahan bakar di mesin kendaraan bermotor.

   Pentana dibakar menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air
 
 
B. Reaksi Kombinasi
 
Reaksi kombinasi sering disebut juga dengan reaksi reduksi-oksidasi atau reaksi redoks yang merupakan unsur bebas.
Dalam reaksi oksidasi dapat dijumpai ketika dua atau lebih reaktan menjadi zat baru.
 
Contoh reaksi penggabungan misalnya pada reaksi antara besi dengan belerang (sulfur) yang  menghasilkan senyawa besi sulfida dan seng dengan belerang dipanaskan menjadi seng sulfida.
Reaksi Oksidasi juga berlangsung pada proses respirasi yaitu proses oksidasi glukosa dalam tubuh makhluk hidup.
Reaksi Reduksi terjadi ketika suatu zat kehilangan oksigen. Reaksi ini biasanya digunakan untuk mengekstrak logam dari bijihnya.
 
 
C. Reaksi Penguraian

Dalam reaksi penguraian yang terjadi adalah kebalikan dari reaksi penggabungan. Dimana suatu zat terurai menjadi dua atau lebih zat baru.
Contoh reaksi penguraian misalnya pada proses elektrolisis air menjadi gas hidrogen dan gas oksigen dengan menggunakan listrik, reaksinya sebagai berikut:
 
 
 
D. Reaksi Penggantian

Reaksi penggantian dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu reaksi penggantian tunggal dan reaksi penggantian rangkap.
1.    Reaksi penggantian tunggal terjadi apabila sebuah unsur menggantikan kedudukan unsur  lain dalam suatu reaksi kimia, contoh

Misalnya pada reaksi antara kawat tembaga yang dicelupkan ke dalam larutan perak nitrat. Karena tembaga lebih aktif dari pada perak, maka tembaga mengganti kedudukan perak  membentuk larutan tembaga (II) nitrat yang berwarna biru.

        
 
2.    Reaksi penggantian rangkap dapat terjadi pada penggantian ion antar atom atau senyawa misalnya pada proses reaksi antara asam klorida (HCl) dengan natrium hidroksida (NaOH) akan menghasilkan garam dapur (NaCl) dan air (H2O).
 
 
E. Reaksi Metatesis, terdiri dari:
  • reaksi pengendapan; suatu proses reaksi yang membentuk endapan, seperti pada reaksi antara timbal (II) nitrat dan kalium iodida menghasilkan endapan berwarna kuning timbal (II) iodida dan larutan kalium nitrat
  • reaksi netralisasi; adalah merupakan reaksi antara asam dan basa yang menghasilkan garam dan air
        
 
  • reaksi pembentukan gas; adalah reaksi kimia yang pada produknya dihasilkan gas misalnya :
    • pada proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme, yaitu ragi. Pada pembuatan roti, ragi yang ditambahkan pada adonan akan menyebabkan adonan roti mengembang. Karena terbentuknya gas karbon dioksida ketika soda kue (NaHCO3) ditambahkan ke adonan dan proses pemanggangan mengakibatkan sel ragi mati, maka proses fermentasi berhenti.
    • logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk besi (II) klorida (FeCl2) dan gas hidrogen (H2)
 

Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi Kimia

Berlangsungnya proses reaksi kimia tentu membutuhkan waktu. Beberapa reaksi kimia dapat terjadi dalam waktu yang singkat namun sebagian reaksi kimia lainnya membutuhkan waktu yang lama. Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi:
 
A. Suhu
 
Semakin tinggi suhu dalam proses reaksi kimia makin cepat partikel pereaksi bergerak. Semakin tinggi suhu maka energi partikel pereaksi pun semakin bertambah, sehingga tumbukan antar partikel pun semakin sering terjadi, maka dengan bertambahnya suhu reaksi kimia semakin cepat berlangsung.
 
 
 
B. Katalisator
 
Katalisator adalah senyawa yang dapat mempercepat  reaksi. Senyawa yang memperlambat reaksi disebut inhibitor. Dalam prosesnya katalis ikut relibat dalam reaksi kimia, tetapi dihasilkan kembali pada akhir reaksi. Dalam tubuh makhluk hidup katalisator dalam disebut enzim.
 
 
 
Reaktan A dan B  dibantu enzim Y  menghasilkan produk reaksi berupa AB dan enzim Y yang dihasilkan kembali pada akhir reaksi.
Contoh katalis adalah:
  • Besi; membantu dalam reaksi pembuatan ammonia dari gas nitrogen dan hidrogen (pembuatan pupuk)
  • Platina; membantu dalam reaksi antara ammonia dan udara membentuk nitrogen monooksida dan air
  • Vanadium oksida; membantu reaksi pembentukan belerang trioksida dari belerang dioksida dan oksigen
 
C. Luas Permukaan
 
Ukuran materi atau luas permukaan sentuh sangat mempengaruhi kecepatan reaksi. Untuk mengetahui seberapa besar luas permukaan, bandingkan ketika sebuah zat dibiarkan menjadi satu bagian padat dan zat yang sama dalam bentuk serbuk. Tentu luas permukaan zat tersebut akan lebih banyak ketika zat tersebut dalam bentuk serbuk bukan? Maka semakin besar luas permukaan (partikel) semakin banyak pula partikel saling bertumbukan.
 
 
 
 
D. Konsentrasi Pereaksi
 
Konsentrasi suatu zat ditandai dengan seberapa besar kepekatan ataupun jumlah partikel penyusun zat tersebut. Semakin banyak partikel penyusunnya semakin tinggi konsentrasi zat tersebut, begitu sebaliknya. Secara sederhana konsentrasi zat menunjukkan tingkat kepekatan dari zat tersebut.

Contoh: Semakin tinggi konsentrasi partikel gula berarti semakin manis gula tersebut semakin pekat suatu larutan  akan semakin cepat bereaksi karena jumlah partikelnya semakin cepat bereaksi karena jumlah partikelnya yang banyak.

Contoh: Reaksi antara logam magnesium dengan asam klorida pekat dan asam klorida encer. Pada reaksi antara logam magnesium dengan asam klorida  pekat, gelombang gas dihasilkan lebih banyak dan cepat dibandingkan reaksi dengan asam klorida encer.
 
 
 
 
 
E. Sifat Zat
 
Sifat zat pereaksi akan menentukan kecepatan berlangsungnya reaksi.
 
1.    Reaksi antar senyawa ion; umumnya berlangsung lebih cepat hal ini disebabkan adanya gaya tarik antar ion-ion yang memilki muatan berlawanan dari zat yang sedang bereaksi.

Contoh:  Reaksi ini berlangsung dengan cepat
2.    Reaksi antara senyawa kovalen; biasanya berjalan relatif lambat karena dalam proses reaksi diperlukan energi untuk memisahkan ikatan-ikatan kovalen  dari molekul-molekul zat yang bereaksi.

Contoh:  Reaksi ini berlangsung relatif lambat
Reaksi dapat dipercepat apabila diberikan energi tambahan misalnya dibantu cahaya matahari.

0 Bahan Kimia Rumah Tangga

Pendahuluan

Pernahkan kita mencermati bahwa bahan kimia di sekitar kita sangatlah banyak memberikan manfaat bagi kita.



Karena begitu banyaknya manfaat dari bahan kimia tersebut, kita dapat menggolongkan jenis bahan kimia tersebut menjadi tiga golongan besar, yaitu bahan kimia rumah tangga, bahan kimia dalam makanan dan bahan kimia bidang industri, pertanian, dan kesehatan. Namun karena sangat luasnya kajian tentang bahan kimia tersebut, maka dalam kesempatan ini kita hanya akan memperkenalkan pada bahan kimia rumah tangga saja.

Bahan kimia rumah tangga adalah bahan-bahan kimia yang sering kita jumpai dan dipergunakan  di dalam rumah tangga. Beberapa  bahan kimia  rumah tangga dapat dikelompokkan menjadi bahan pembersih, pemutih, pewangi, dan pestisida, bahan tersebut banyak terdapat di lingkungan kita, mari kita pelajari lebih jauh tentang bahan kimia rumah tangga!


Penggolongan Bahan Kimia

Dalam kehidupan sehari-hari tentu banyak kita jumpai bahan kimia yang dipergunakan dalam rumah tangga, namun untuk memudahkan mempelajarinya kita dapat mengelompokkan bahan kimia dalam rumah tangga menjadi dua berdasarkan sifatnya, yaitu:

A. Bahan Kimia Alami

Yang termasuk bahan kimia alami adalah bahan-bahan yang berasal dari alam dan di dalamnya terkandung senyawa-senyawa kimia, misalnya kunyit, bawang, sereh, daun jeruk, jahe dan lain-lain.


Bahan Kimia Alami


B. Bahan Kimia Sintetis (Buatan)

Sedangkan bahan yang dapat digolongkan sebagai bahan kimia sintetis atau buatan yaitu bahan atau produk yang dihasilkan dari proses reaksi kimia, misalnya pemutih, pewangi, pembersih, dan pestisida.

Manfaat Bahan Kimia Rumah Tangga

Banyak bahan kimia rumah tangga yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa manfaat itu dapat dikelompokkan antara lain:

1. Sebagai bahan pembersih
2. Sebagai bahan pemutih
3. Sebagai bahan pewangi
4. Pestisida

Bahan Pembersih

Bahan pembersih adalah bahan kimia dalam rumah tangga yang bermanfaat sebagai pembersih. Bahan kimia yang termasuk dalam kelompok ini yang dapat membantu proses pencucian yaitu melepaskan kotoran dari tempatnya menempel dan menahan agar kotoran yang telah terlepas tetap tersuspensi.

Contoh bahan kimia pembersih adalah sabun dan deterjen.

A. Sabun



Reaksi dalam pembuatan sabun:
Gliserin + NaOH (soda api)  gliserol + natrium karboksilat (sabun)

B. Detergen



Reaksi pembentukan detergen:
Lauril alkohol + asam sulfat  lauril hidrogen sulfat
Lauril hidrogen sulfat + Soda api  Detergen

Prinsip kerja sabun dan deterjen:
  • Air dan lemak/kotoran tidak bercampur.
  • Sabun maupun deterjen memiliki dua bagian, yaitu bagian lipophob dan bagian lipophil.
  • Bagian lipophob atau bagian hidrophil bersifat polar sehingga dapat melarut dalam air yang juga bersifat polar.
  • Bagian lipophil atau hidrophob bersifat non polar sehingga dapat bercampur dengan lemak-lemak atau kotoran.
  • Dengan adanya sabun atau deterjen maka air dan lemak/kotoran dapat bercampur, sehingga lemak/kotoran dapat dihilangkan dari tempatnya menempel.

C. Sampo

Bahan Pemutih

Bahan pemutih adalah senyawa kimia yang biasa dipergunakan dan dimanfaatkan selain sebagai pemutih pada bahan tertentu juga sebagai penghilang noda maupun desinfektan.

Pemutih berdasarkan wujudnya dapat dibedakan menjadi dua :


1. Padat(bubuk putih)

Sebagai kalsium hipoklorit dengan rumus kimianya Ca(OCl)2 , pada umumnya masyarakat mengenal sebagai kaporit. Kaporit dapat dimanfaatkan dalam mensterilkan air dari bakteri.




2. Cair

Pemutih cair biasa disebut sebagai natrium hipoklorit (NaOCl)
Selain dalam komposisi senyawa tersebut pemutih cair umumnya juga mengandung : alkyl sulphate, parfum (jika diperlukan) dan air. Di pasaran produk pemutih cair biasanya mengandung natrium hipoklorit dengan konsentrasi sekitar 12%-13%. Alkyl sulphate dalam merek dagang sering disebutemal-70 ditambahkan dan berfungsi sebagai penghilang noda (stain remover).

Bahan Pewangi

Pewangi atau parfum adalah hasil percampuran berbagai macam bahan pewangi (fragrance) yang bersifat mudah menguap. Produk yang sering ditambahkan bahan pewangi antara lain adalah sabun, detergen, sampo, pembersih kaca, pelembut pakaian, pengharum ruangan bahkan untuk memberikan aroma wangi  pada badan manusia.

Komposisi pewangi umumnya adalah etil alkohol (50%-90%) difungsikan sebagai pelarut, air suling(5%-20%) dan fragrance (10%-30%)


Contoh produk parfum

Tabel daftar beberapa contoh Spesifikasi Bau Parfum dan Nama Zat Kimia
 

Tabel daftar beberapa  contoh Spesifikasi Bau Parfum dan Nama Zat Kimia
 

Selain memberikan manfaat wangi, kandungan yang terdapat dalam parfum juga memiliki efek samping.

Pestisida

Pestisida adalah termasuk bahan kimia yang dipergunakan untuk membasmi hama, gulma, serangga dan hewan pengganggu tanaman.

Pestisida dapat dibedakan menjadi :

1. Insektisida

Insektisida adalah bahan kimia pembasmi serangga.
Insektisida di dalam rumah tangga biasanya difungsikan untuk membasmi nyamuk. Kandungan bahan kimia aktif dalam insektisida adalah transflutrin, khususnya pada jenis anti nyamuk bakar diambil khasiatnya melalui asapnya yang menyebar ke seluruh ruangan. Namun masih banyak produk insektisida yang difungsikan dalam dunia pertanian, misalnya: Regent, Dursban, Shenphos 56 TI.

 

2. Fungisida

Adalah jenis pestisida yang dipergunakan untuk membasmi jamur atau  parasit.
Contoh produk fungisida : Dithane M-45, Nemispor, Daconi.


 

3. Bakterisida

Adalah pestisida pembasmi bakteri dalam  dunia pertanian.
Contoh produk bakterisida: Agrept, Starner, Kasumina,baktocine, formycine.


 

4. Rodentisida

Adalah pestisida pembasmi tikus.
Contoh produk misalnya: Ratgon, klerat, petrokum.


 

5. Nematisida

Adalah jenis  pestisida pembasmi cacing.
Contoh produk nematosida: Furadan 3 G, Atasi, Rugby 10G.


 

6. Moluskisida

Adalah jenis  pestisida pembasmi moluska atau siput pengganggu tanaman.
Contoh produk moluskisida: PHK-o6, Snaildown 250CC, siputox 5G, Boss EC.


 

7. Herbisida

Adalah senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas tumbuhan yang menyebabkan penurunan hasil (gulma).

 

Pada umumnya herbisida bekerja dengan mengganggu proses anabolisme senyawa penting sepertipati, asam lemak atau asam amino melalui kompetisi dengan senyawa yang "normal" dalam proses tersebut.

Efek Samping Penggunaan Bahan Kimia Rumah Tangga

Penggunaan bahan kimia terus menerus yang digunakan secara berlebihan dan dalam waktu lama dapat menimbulkan efek samping. Salah satu efek sampingnya adalah pencemaran tanah dan sungai. Tindakan bijaksana yang dapat kita lakukan untuk mengurangi efek samping tersebut antara lain adalah meminimalkan penggunaan bahan-bahan kimia dalam kehidupan kita atau kembali menggunakan bahan-bahan alami dan gunakan bahan kimia yang ramah lingkungan.
Macam-macam Pestisida

Daftar Blog Saya

 

Selamat Datang Di ERICKVAND BLOG

Selamat datang di Blog saya, semoga saja kalian bisa mendapatkan apa yang kalian butuhkan diblog saya ini. Terima kasih Telah Berkunjung Di Blog saya,apabila berkenan silahkan berkomentar dan follow blog saya,mari kita saling berbagi ilmu tentang apa saja...

Sekilas tentang penulis

Nama saya Erickvand Tampilang,saya seorang Mahsiswa S1 pendidikan Biologi Diuniversitas Negeri Gorontalo.

Erick