Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Biologi Tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi Tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

0 Mengenal Keanekaragaman Jenis Bunga Mawar

BILA kita ingin menyaksikan taman mawar yang komplet, rasanya tidak perlu datang ke Taman Bagatelle di Prancis atau Rose Park di Belanda. Betapa tidak? Sebab, di taman mawar Kertek, Wonosobo (kebun Mawar milik Jack Eugene Craig), kita bisa menikmati dan mencium wanginya aroma lembut 200 varietas dari berbagai belahan bumi.

Menurut Jack Eugene Craig, mawar paling banyak dikoleksi dibandingkan dengan ratusan jenis tanaman lainnya. Untuk menunjukan kecintaannya pada bunga mawar (queen of flower) ini, ia tidak asal tanam saja, melainkan dengan menatanya menjadi taman asri. Adapun desain tanaman dibuat secara alamiah, tidak formal, seperti halnya di Bagatelle ataupun mungkin taman mawar di Taman Bunga Nusantara, Cianjur yang mengoleksi sekira 100 varietas.

Selain itu, ia tidak hanya menghadirkan bunga mawar. Di antara koleksi diselipkan pula dahlia, gladinol, krinum, dan salvia. Pada musim hujan mereka memamerkan keragaman bunga sehingga menjadi fokus yang unik dan menarik. Adapun tanaman lain, seperti semanggi variegete, Taiwan beauty, dan sutra bombai sebagai penutup tanah. Ekspatriat yang telah bermukim di Indonesia lebih dari 30 tahun itu juga memanfaatkan serutan kayu, dan limbah mebelnya sebagai mulsa.


Jenis mawar

Sebenarnya ada beberapa mawar berbunga pada musim hujan. First Edition, Soldier Boy, Miss Fred Show, Earth Son Pink, Olympiad, Good Show, dan Star of the Nile masih toleran terhadap hujan. Keindahan bunga mereka bisa disaksikan pada bulan Desember – Maret ketika hujan lebat mengguyur. Pada bulan Mei – Oktober, ke-200 varietas seolah-olah sedang berlomba memamerkan kemolekan dan keindahannya masing-masing.

Setiap mawar memiliki perbedaan, baik warna, susunan bunga, ukuran bunga, tinggi tanaman, dan jumlah durinya. Dilihat dari segi warna, ada putih, putih kuning, kuning pink, oranye, dan merah. Adapun susunan bunga mulai dari satu lapis, seperti Leda dan Ellen Wilmott, dan berlapis tiga seperti Fisrt Edition dan yang 10 lapis seperti; MMG George Bruant, Dark Lady, dan Molyneux.

Apabila kita ingin melihat yang anggun, carilah Molyneux dan Pierre de Runsard. Bunganya kuning bersemburat pink, berukuran 7 cm. Petal 30 lembar tersusun melingkar dan cukup rapi. Tinggi hanya 1 m, tetapi bunganya banyak. Ia pun menebar aroma nan lembut. Si lembut Pierre de Runsard ditanam untuk menutup pergola. Bunga putih pink lembut dengan petal bersusun 5 lingkaran.


Pergola

Elemen khas tanaman mawar yaitu pergola yang dihadirkan dalam bentuk gapura dan gazebo. Tiang dibuat dari pilar bundar setinggi 3 meter yang saling berpasangan. Di atasnya dipasang besi penghubung dan diperindah modern climbers dan ramblers. Melalui besi itulah mawar merambat. Setiap tiang ditanam 2-3 mawar yang berbeda jenis. Pierre de Runsard, misalnya, merambat pada pergola pertama. Ia berpasangan dengan Aloha.

Kemudian, gazebo beratap mawar bisa menjadi tempat istirahat yang cukup mengasikan. Para pengunjung sembari duduk rileks akan bisa menghirup aroma lembut kultivar Merashell Niel, Helen Troble, dan Phyllis Bide. Mereka bisa merambat hingga 6 m.

Di taman tersebut, ia pun membuat jalan setapak yang berliku-liku. Jadi, para pengunjung tidak perlu merunduk dan menyibak cabang-cabang yang berduri. Penanaman pun berdasarkan sosok mawar sehingga membentuk gradasi. Yang berpenampilan rendah, seperti kelompok ground covers, modern shrub rose, dan polyanthas ditempatkan dekat jalan. Rata-rata tingginya hanya 45 cm. Floribundas dan hybrids rose di belakang karena tinggi. Disusul dengan modern climbers dan ramblers paling belakang sekaligus berfungsi sebagai pagar taman.

Selain mawar, ada beberapa jenis tanaman hias yang jadi koleksi Eugene. Koleksinya antara lain ratusan palem, bromelia, philodendron, anthurium, puring, hibiskus, helikonia, sukulen, dan buah langka. Berbeda dengan mawar, tanaman ini ditata bercampur di lahan 6 ha yang berada di ketinggian 1.000 m di bawah permukaan laut. (Budi Imansyah S./berbagai sumber).

Tags:
Keanekaragaman jenis, keanekaragaman bunga mawar, bunga mawar dan keanekaragamannya, Keanekaragaman hayati, biodiversitas (keanekaragaman hayati), keanekaragaman, biodiversitas hayati, biodiversitas keanekaragaman, keanekaragaman makhluk hidup, keanekaragaman hewan, keanekaragaman tumbuhan, keanekaragaman organisme, biodiversitas makhluk hidup, biodiversitas tumbuhan, keanekaragaman jenis.

Minggu, 01 April 2012

0 Reproduksi Pada Angiospermae

 Tags: Reproduksi angiospermae, reproduksi, angiospermae

Gamet betina dibentuk di dalam bakal biji (ovule) atau kantung lembaga. Pada bagian ini terdapat sel induk megaspora (sel induk kantug lembaga) yang diploid. Sel ini akan membelah secara meiosis dan dari satu sel induk kantung lembaga membentuk 4 sel yang haploid. Tiga sel akan mereduksi dan lenyap tinggal satu yang berkembang. Selanjutnya, sel ini membelah secara mitosis 3 kali dan terbentuklah 8 sel. Dari sel yang berjumlah 8 ini, 3 sel akan bergerak menuju arah yang berlawanan dengan mikropil, 2 sel lainnya menjadi kandung tembaga sekunder, dan 3 sel terakhir menuju ke dekat mikropil. Dari 3 sel (yang menuju dekat mikropil) yang terakhir ini dua menjadi sinergid dan satu sel lagi menjadi sel telur. Dalam keadaan seperti ini kandung lembaga sudah masak dan siap untuk dibuahi. Putik yang sudah masak biasanya mengeluarkan cairan lengket pada ujungnya yang berfungsi sebagai tempat melekatnya serbuk sari.

Pembentukan butik serbuk terjadi di dalam kantung serbuk. Di dalam kantung serbuk terdapat banyak sel induk butir serbuk yang diploid. Sel induk butik serbuk ini kemudian akan membelah secara meiosis menjadi 4 sel butir serbuk (mikrospora) yang haploid. Seperti pada bagan berikut.
SEL INDUK BUTIR SERBUK (DIPLOID)
¯ Membelah secara Miosis
EMPAT SEL BUTIR SERBUK (HAPLOID)
¯ Masing-masing inti butir serbuk membelah secara mitosis
SATU INTI VEGETATIF DAN SATU INTI GENERATIF

Organ yang berfungsi untuk alat reproduksi generatif adalah bunga.


Gbr. Bunga dan bagian-bagian penyusunnya
TABEL BAGIAN-BAGIAN BUNGA
 
BAGIAN BUNGA
FUNGSI
1. Kelopak (kalik)Melindungi kuncup bunga
2. Mahkota (korola)Menarik perhatian serangga
3. Benang sari (stamen) terdiri dari :
a.tangkai sari (filamen)
b.kepala sari (antera) terdiri atas 4 kantong sari
Sebagai penghasil gamet jantan, yaitu serbuk sari (pollen)
4. Putik (pistilus) terdiri atas :
a.tangkai putik (stilus)
b.kepala putik (stigma)
c.bakal buah (ovarium) di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovule)
Sebagai penghasil gamet betina



 

0 Reproduksi Pada Gymnospermae


Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus.

Di dalam strobilus jantan terdapat banyak anteridium yang mengandung sel-sel induk butir serbuk. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk terbentuk 4 butir serbuk yang bersayap.

Pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga terbentuk 4 sel yang haploid. Tiga mati, dan satu sel hidup sebagai sel telur. Arkegonium ini bermuara pada satu ruang arkegonium.
Proses Penyerbukan dan Pembuahan

Strobilus jantan Ãž serbuk sari Ãž jatuh pada tetes penyerbukan (ujung putik) Ãž buluh serbuk Ãž membelah Ãž inti tabung dan inti spermatogenÞ inti spermatogen Ãž membelah Ãž dua inti sperma Ãž membuahi sel telur di dalam ruang arkegonium Ãž zigot Ãž lembaga di dalam biji Ãžtumbuhan baru.

Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur.

Tags: Reproduksi, reproduksi pada gimnospermae, gimnospermae

0 Penyerbukan Dan Pembuahan


Penyerbukan dapat terjadi dengan berbagai perantara :
a.
Perantara angin disebut anemogami, dapat terjadi bila butir serbuknya amat ringan, kecil dan kering.Contoh : pada pinus, damar, rumput-rumputan.
b.
Perantara air disebut hidrogami.Contoh : pada tanaman air.
c.
Perantara hewan disebut zoogami.Bila serangga Ãž entomogamiburung Ãž ornitogamisiput Ãž malakogamikelelawar Ãž kiroptorogami
d.
Perantara manusia disebut antropogami.Contoh : penyerbukan vanilli di Indonesia.

Menurut asal serbuk sari, penyerbukan dibedakan menjadi 4 :

a.
Autogami (penyerbukan sendiri)Serbuk sarinya berasal dari satu bunga yang sama. Bila terjadi pada saat bunga belum mekar disebut kleistogami.
b.
Geitonogami (penyerbukan tetangga)Bila serbuk sari berasal dari bunga lain yang berada dalam satu pohon (satu individu).
c.
Alogami (penyerbukan silang)
Bila serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang masih satu spesies.

Kadang-kadang terjadi kegagalan penyerbukan dan pada beberapa jenis tumbuhan tidak mungkin terjadi autogami. Penyebabnya adalah sebagai berikut :

a. Dikogami:Bila waktu masaknya putik dan serbuk sari tidak bersamaan, hal ini disebabkan karena:1. Serbuk sari masak lebih dahulu daripada putiknya....(protandri).
....Contoh : seledri, bawang Bombay, jagung 
2. Putik masak lebih dahulu daripada serbuk sari....(protogini).
b. Didesious:Bila pada satu spesies, alat kelamin jantan dan betinanya terpisahContoh : salak dan melinjo (Gnetum Arremon)
c. Heterostili:Bila panjang antara tangkai benang sari dan tangkai putik tidak sama dan berbeda jauh.Contoh : kopi, kina dan kaca piring.
d. Herkogami:Bila bentuk bunga tidak memungkinkan serbuk sari jatuh ke kepala putik.Contoh : vanili

Proses Penyerbukan dan Pembuahan

Butir serbuk/serbuk sari Ãž menempel pada kepala putik Ãž membentuk buluh serbuk (2 inti, inti vegetatif dan inti generatif) berjalan ke arah mikropil (pintu kandung lembaga) Ãž inti generatif membelah Ãž 2 inti sperma Ãž sampai di mikropil, inti vegetatif mati Ãž satu inti sperma membuahi sel telur Ãž embrio. Satu inti sperma lain membuahi inti kandung lembaga Ãž endosperma (makanan cadangan bagi embrio).
Karena pembuahannya berlangsung dua kali maka pembuahan pada Angiospermae disebut pembuahan ganda.
Embrio pada tumbuhan berbiji tertentu dapat terbentuk karena beberapa sebab. yaitu :
1.
Melalui peleburan sperma dan ovum (amfimiksis)
2.
Tidak melalui peleburan sperma dan ovum (apomiksis), yang dapat dibedakan atas:
a. Apogami:embrio yang terbentuk berasal dari kandung lembaga. Misalnya : dari sinergid dan antipoda.
b.Partenogenesis:embrio terbentuk dari sel telur yang tidak dibuahi.
c. Embrio adventif:merupakan embrio yang terbentuk dari sel nuselus, yaitu bagian selain kandung lembaga.

Apomiksis dan amfimiksis dapat terjadi bersamaan, maka akan terbentuk lebih dari satu embrio dalam satu biji, disebut poliembrioni. Peristiwa ini sering dijumpai pada nangka, jeruk dan mangga.

Tags:
Penyerbukan tumbuhan, penyerbukan dan pembuahan tumbuhan, penyerbukan, pembuahan, pembuahan tumbuhan, penyerbukan serbuk sari, pembuahan tumbuhan

0 Akar

Akar (radix) merupakan penyusun utama pada tumbuhan. pada tumbuhan dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang. Sedangkan pada tumbuhan monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.

1. Fungsi Akar

a. Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah
b. Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
c. Menyerap air dam garam-garam mineral terlarut

2. Anatomi Akar

Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam.
a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis
d. Silinder Pusat/Stele

a. Epidermis

Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.

b. Korteks

Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.

c. Endodermis

Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.

c.Silinder Pusat/Stele

Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.

Terdiri dari berbagai macam jaringan :

- Persikel/Perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
- Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
- Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.


0 Batang

Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting, dan mengingat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut :
1. Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.
2. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun.
3. Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop)
4. Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
5. Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
6. Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.



1. Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
a. Epidermis

Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
b. Korteks

Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.
c. Endodermis

Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.
d. Stele/ Silinder Pusat

Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.


2. Batang Monokotil
Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

Daftar Blog Saya

 

Selamat Datang Di ERICKVAND BLOG

Selamat datang di Blog saya, semoga saja kalian bisa mendapatkan apa yang kalian butuhkan diblog saya ini. Terima kasih Telah Berkunjung Di Blog saya,apabila berkenan silahkan berkomentar dan follow blog saya,mari kita saling berbagi ilmu tentang apa saja...

Sekilas tentang penulis

Nama saya Erickvand Tampilang,saya seorang Mahsiswa S1 pendidikan Biologi Diuniversitas Negeri Gorontalo.

Erick